Showing posts with label jogja. Show all posts
Showing posts with label jogja. Show all posts

Tuesday, November 6, 2012

TIPS KEBERHASILAN USAHA



 

http://animangaacehplus.files.wordpress.com
Untuk memulai usaha distro perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah
  • Memilih lokasi yang strategis dan tata ruang yang nyaman, sesuai dengan gaya hidup dan ciri khas anak muda. Lokasi strategis mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan dalam berbelanja atau tata ruang yang dapat dinikmati atau menunggu.  Selain itu, akan lebih memberi nilai tinggi, jika lokasi distro ditunjang oleh lahan parkir yang nyaman, luas dan memadai.
  • Mencari informasi mengenai  beberapa perusahaan produsen pakaian/garment atau fashion dan clothing company yang memungkinkan dapat menjadi pemasok barang-barang jualan pada distro secara khas dan rutin.
  • Memfokuskan diri pada usaha penjualan barang-barang yang mudah laku dan cepat laku atau fast moving product.  Beberapa produk ini meliputi pakaian, T-shirt atau beberapa barang unik yang jarang ditemukan  pada distro lain atau spesifik dan khas hanya ada pada distro.
  • Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama saudara, kerabat, atau teman yang dapat dipercaya untuk mengelola dan mengembangkan distro bersama-sama. Kerjasama dilakukan atas dasar kebersamaan, soliditas, saling pengertian, saling berbagi, saling memberi manfaat dan saling menguntungkan.
  • Senantiasa mencari informasi produk, harga, dan kualitas layanan terbaik sesuai dengan trend dan terkini, serta melakukan pembaharuan terhadap jenis dan macam produk-produk yang digemari anak muda dan menjadi gaya masa kini. Sadar dan punya pengetahuan terhadap mode menjadi kewajiban penting yang menjadi ciri khas pengelola distro disamping meningkatkan pelayanan prima.
  • Pelaku usaha distro perlu mengembangkan dan membangun jaringan yang lebih baik serta menciptakan citra positif dari pelanggan mengenai produk yang dihasilkan atau dijual di distronya. Dengan kata lain, produk dan tingkat layanan akan membangun citra distro dengan brand awareness pelanggan.

Monday, October 29, 2012

Tips Sukses Menggeluti Bisnis Distro




bisnis factory outlate
Distro atau factory outlate merupakan salah satu bantuk toko pakaian yang khusus menjual pakaian, perlengkapan dan pernak-pernik fashion anak muda. Misalnya mulai dari baju, celana, gaun, anting, gelang sampai dengan sepatu/sandal. Anak muda adalah ‘pasar gemuk’ dalam bisnis distro. Mengingat anak muda merupakan pemerhati mode dan fashion sekaligus penggunanya. Di sini kreativitas dan kejelian Anda membaca tren menjadi taruhan. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan beberapa tips yang perlu Anda ketahui dan perhitungkan dengan seksama ketika hendak memulai bisnis distro:
1. Lokasi Strategis. Untuk memulai bisnis distro memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Ada perlu sewa tempat untuk membuka gerai. Memang gerai yang Anda butuhkan tak perlu terlalu besar. Minimal 60 meter persegi. Untuk menambah kesan menarik dan nyeman, Anda bisa membuat display dan interior ruangan sesuai selera anak muda. Agar Anda tak gigit jari, pilih lokasi yang memberikan keuntungan. Misalnya, dekat kampus atau tempat tinggal anak-anak muda seperti tempat kos. Sebisa mungkin lokasi yang Anda pilih pun tidak berdekatan dengan distro lain. Ini demi mengurangi persaingan.
2. Perlu Komunitas. Ruangan sebagai display telah siap? Kini saatnya Anda menyediakan stok barang berupa kaos, topi, sepatu dan tas untuk mengisi gerai distro. Ada 2 cara yang bisa dipilih. Pertama memproduksi sendiri barang-barang tersebut. Kedua, mencari produsen yang mau menitipkan produk clothing-nya di distro Anda. Jika dana Anda terbatas, cara kedua ini lebih mudah dan efisien. Anda hanya perlu mencari produsen dan mendapatkan kepercayaan mereka. Saat ini produsen barang-barang distro banyak berada di kawasan Bandung. Untuk menemukan mereka, Anda memang harus bergaul dan berbaur dengan komunitas distro yang sudah terbentuk di kota-kota besar. Anak-anak clothing (sebutan bagi mereka yang memproduksi pakaian) biasanya saling kenal dan berbagi informasi soal distro-distro baru. Sola komunitas ini, usahakan Anda juga memilikinya. Komunitas ini menjadi wadah awal pelaku distri membangun bisnisnya.
3. Mana Lebih Untung? Di tahap awal, biasanya produsen clothing hanya mau menerapkan system jual putus . Artinya, Anda hanya membeli produk dari si produsen dan bebas menjualnya. Namun jika sudah kenal, selanjutnya Anda bisa menggunakan system konsinyasi. Maksudnya, Anda menerima titipan barang mereka dan Anda akan mendapat komisi 20% dari harga jual barang. Hal ini terjadi pada kebanyakan distro. Setelah memperoleh untung, mereka akan mulai menggunakan keuntungan untuk memproduksi barang-barang sendiri. Mengapa? Karena tingkat keuntungannya jauh lebih besar. Anda bisa mendaptkan untung 40-50% dari harga jual. Untuk itu, Anda perlu mempunyai pegawai yang bisa menciptakan desain unik dan variatif.
4. Jangan Jual Barang Sama. Di antara pebisnis distro berlaku kesepakatan. Jika distro saling bersebelahan, mereka tidak akan menjual barang yang sama persis dengan distro di sebelahnya. Jadi, jika ada produsen menwarkan barang yang sama dengan distro sebelah, sebaiknya tolak saja dengan halus.
5. Kunci SuksesDistro yang banyak dicari anak muda adalah yang ketersediaan produknya lengkap dan tempatnya nyaman. Selain itu, ada beberapa orang yang tidak suka jika barang yang mereka pakai terlalu ‘pasaran’ alias banyak dipakai orang lain. Itu sebabnya, akan lebih baik jika Anda menyediakan produk yang unik dan tidak biasa. Jika perlu buatlah produk limited edition. Beberapa distro melakukan hal ini. Tak ada salahnya jika Anda pun menerapkannya. Selain desain produk harus sesuai dengan selera pasar, pemasaran juga menjadi unsur terpenting dalam kesuksesan bisnis ini. Semakin banyak target pasar yang mengenal distro Anda, semakin banyak pula yang aan menjadi pelanggan. So, berpromosilah. Tak hanya dari mulut ke mulut. Anda juga bisa berpromsou lewat selebaran, radio, majalah indie atau blog anak muda (misalnya: tipsanda.com) dan MTV yang merupakan salah satu komunitas penggemar barang-barang distro. Bila perlu, Anda bisa mensponsori beberapa band dan acara-acara anak muda di  SMA (Pensi), kampus atau komunitas tertentu. Jika mereka tampil dengan menggunakan produk Anda, maka distro Anda juga kan yang akan dikenal.
6. Simulasi Bisnis Distro. Berikut ini akan diuraikan simulasi budget yang harus Anda alokasikan untuk bisnis distro Anda:
Investasi Awal
-          Sewa Tempat
-          Renovasi + Interior Toko
-          Stok Produk
Rp 12.000.000
Rp 10.000.000
Rp 10.000.000
TotalRp 32.000.000
Biaya Operasional
-          Gaji Pegawai (2 orang)
-          Biaya Listrik, Telepon,dll
-          Stok Produk
Rp   1.600.000
Rp       400.000
Rp 10.000.000
TotalRp 12.000.000
Perhitungan BEP
Omzet Per Bulan
-          Laba Bersih (30% dari omzet)
-          BEP = Inv.Awal / Laba
(32.000.000/ 3.000.000)
Rp 15.000.000
Rp   3.000.000
10 – 11 bulan
http://tipsanda.com/2011/08/09/tips-sukses-menggeluti-bisnis-distro/

Thursday, October 25, 2012

Distro Jogja Menjadi Bagian Dari Perkembangan Fashion Di Indonesia


Distro Jogja kini telah menjadi sebuah bagian yang juga turut mendukung popularitas distro di tanah air. Jogja sendiri sejak lama telah dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak tradisi dan budaya yang masih terpelihara dengan baik, termasuk dalam gaya berpakaian masyarakat Jogja. Karena itulah perkembangan fashion di kota Jogja juga masih banyak terpengaruh oleh budaya lokal yang masih subur dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan distro Jogja yang kini telah banyak berdiri di kota gudeg tersebut banyak mengadopsi unsur budaya lokal dalam setiap fashion yang ditawarkan.

distro Jogja

Ciri khas distro Jogja yang mengangkat unsur budaya

Salah satu yang menjadi ciri khas distro Jogja adalah menyediakan berbagai model pakaian mulai kaos, baju kemeja, celana, hingga jaket yang menggunakan motif batik. Selain itu gambar keraton Jogja atau pun penggunaan berbagai tujuan wisata seperti Jl Malioboro juga mejadi ciri khas distro Jogja yang banyak diminati. Hal ini tentunya sangat baik karena menunjukkan bahwa popularitas distro yang notabene adalah sebuah konsep modern bisa berjalan harmonis dengan budaya lokal.
Perkembangan budaya modern yang masuk memang seharusnya tidak menyebabkan budaya lokal tergerus atau terlupakan. Namun seharusnya adalah terjadi akulturasi budaya yang sehat dan tidak merugikan. Akulturasi budaya yang sehat adalah sebuah proses penyerapan budaya luar ke dalam budaya lokal namun tetap disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku. Adat budaya daerah tidak seharusnya terpinggirkan dan tergantikan oleh budaya lain yang dianggap lebih modern. Salah satu contohnya adalah distro Jogjayang tetap bisa mempertahankan kebudayaan asli sekaligus juga bisa mengakomodir perkembangan zaman dengan menyerap unsur budaya asing.
Sebagai salah satu bagian pendukung dari perkembangan fashion di Indonesia, distro Jogja ikut memegang peranan penting dalam mensosialisasikan kebudayaan bangsa agar lebih dikenal oleh para generasi muda melalui media yang lebih mudah dicerna. Misalnya dengan menuangkan pesan-pesan positif maupun gambar kesenian tradisional pada baju-baju distro yang disediakan. Terlihat sederhana namun secara psikologis hal tersebut akan lebih mudah diterima dan tidak disadari telah ikut memupuk rasa cinta tanah air. Secara tidak langsung distro Jogja juga telah menjadi bagian dari upaya pelestarian kebudayaan bangsa.
tags: