Showing posts with label sukses. Show all posts
Showing posts with label sukses. Show all posts

Friday, November 23, 2012

TREN KAOS UNIK 'SABUK PENGAMAN' BIKIN SIBUK POLISI CHINA



Kaos dengan motif sabuk pengaman hebohkan ChinaTREN KAOS UNIK 'SABUK PENGAMAN' BIKIN SIBUK POLISI CHINADesain unik kaos ternyata dapat membuat polisi China kerepotan. Pasalnya kaos tersebut bisa disalahgunakan oleh para pengemudi yang malas. Masalahnya kaos itu memiliki desain yang mirip orang mengenakan sabuk pengaman. Baca juga MOBIL TERIRIT TOYOTA PRIUS C SIAP MASUK PASAR INDONESIA

Kaos yang menjadi pembicaraan tersebut berwarna putih dengan garis melintang hitam di bagian dada. Bila dilihat dari jauh saat berkendara bentuknya menyerupai sabuk pengaman. Hal ini yang dikhawatirkan polisi bila para pengendara yang malas menghindari pemakaian sabuk dengan mengenakan kaos tersebut sehingga membahayakan nyawa mereka sendiri.

Keberadaan kaos unik itu diketahui oleh petugas polisi pada 17 Agustus. Kaos itu mulai dikenali di publik setelah iklannya menyebar dengan slogan "barang yang harus dimiliki oleh para pengemudi". Sejak itu kaos ini menjadi pembicaraan di situs-situs China.

Beberapa kantor pemerintah lokal Cina yang mengurusi keselamatan publik akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dalam menanggapi popularitas kaos ini. Mereka mengingatkan pengendara untuk mengutamakan keselamatan dengan tetap mengenakan sabuk pengaman. Karena 90 persen penduduk China tidak memiliki kebiasaan memakai sabuk pengaman dan tidak memahami pentingnya penggunaan tersebut.

Munculnya kaos 'sabuk pengaman' ini ternyata menarik perhatian pembeli di China.

TREN KAOS UNIK 'SABUK PENGAMAN' BIKIN SIBUK POLISI CHINA, Kaos Sabuk Pengaman, T Shirt Bergambar Seat Belt

http://bestseoeasy.blogspot.com/2012/08/tren-kaos-unik-sabuk-pengaman-bikin.html

Thursday, November 8, 2012

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Oleh Amalia Masturah
BUDAYA menjaga lingkungan bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, ternyata belum menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat kita. Tumpukan sampah terkadang menjadi pemandangan menjijikkan, yang kerap terlihat di ruang-ruang publik. Akankah pemandangan yang tak elok dengan aroma tak sedap ini akan terus terlihat di kota dan dan di gampong-gampong kita di Aceh?

Jika kita perhatikan, sampah-sampah itu kebanyakan berbahan plastik, salah satunya adalah kantong plastik. Kantong plastik yang digunakan untuk menaruh barang-barang di tempat itu memang sudah menjadi “makanan” sehari-hari kita. Beli permen untuk anak-anak pakai kantong, beli minuman pakai kantong, beli buku pakai kantong, semuanya serba pakai kantong plastik.

Sayangnya, kebanyakan masyarakat kita di Aceh menggunakan kantong plastik hanya sekali pakai. Hal ini kemudian mengakibatkan penumpukan sampah. Kantong plastik yang seharusnya masih bisa digunakan dibuang dengan sengaja dan menjadi pemandangan kita ketika berjalan-jalan hingga terlihat di laut.

Sebagai seorang mahasiswa yang ngekost, plastik adalah benda yang hampir tiap hari saya hasilkan. Bayangkan saja, mie instan, deterjen, lauk untuk makan siang, semuanya berbungkus plastik. Dan saat ini saya menyimpan banyak kantong plastik yang saya taruh dalam satu tempat yang sewaktu-waktu bisa dijual saking banyaknya.

Di supermarket, kita bisa mendapati pelayanan yang begitu baik dari kasirnya yang memberi banyak plastik dengan membedakan barang yang kita ambil yang berbeda jenis. Makanan akan dibungkus atau dimasukkan dalam satu plastik. Keperluan rumah tangga seperti deterjen satu plastik dan lain sebagainya. Setiap belanja, kita dapat menghasilkan banyak plastik.


 

 Mengakibatkan keracunan
Sampah berbahan plastik membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai, bisa mengakitbatkan keracunan dan mengganggu fungsi tubuh. Bukan hanya merugikan manusia, tapi juga merusak berbagai organisme lain. Jika kita buang ke laut, misalnya, akan mengganggu habitat air dan bisa mematikan ikan-ikan.

Karena itu, saya terkejut sekali ketika dulu saya pergi ke Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Satu gugusan kepulauan yang indah, terdiri dari 99 pulau, tercemar akibat ulah seorang anak buah kapal Very yang saya tumpangi, membuang seluruh isi tong sampah ke dalam laut. Sampah-sampah itu bagai segorombolan ikan yang mengapung di permukaan laut dan sebagian lagi tnggelam.Tentu saja yang mengapung sebagian besarnya adalah sampah plastik.
 

Karena itu, saya sendiri sebagai anak Aceh Singkil, kini ragu-ragu dan tidak berani menjamin bahwa tanah kelahiran saya dengan panorama alam yang indah itu akan tetap menjadi tempat yang nyaman di masa depan nanti. Bayangkan, jika setiap pelayaran, prilaku membuang sampah akan terus berlangsung.

Dalam UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Dampah disebutkan bahwa orang-orang yang membuang sampah sembarangan dapat dikenakan sanksi pidana dan denda. Negara Australia sudah melakukannya terlebih dulu. Di negara kanguru ini, untuk membuang ludah saja di sembarang tempat, misalnya, akan dikenakan denda.
 

Selain itu, sebelum membuang sampah, pastikan bahwa yang hendak kita buang adalah barang-barang yang memang tidak dapat dipakai lagi, seperti plastik makanan seperti, plastik roti dan mie. Jangan membuang ke selokan ataupun laut.
 

Baru-baru ini ada kantong plastik yang bertuliskan ramah lingkungan yang katanya dapat hancur sendiri dalam kurun waktu yang singkat. Namun ada sebuah peringatan: tergantung keadaan lingkungan. Walaupun telah ada kantong plastik yang demikian, tetap saja kita harus menjaga lingkungan dan tidak boleh membuang sampah sembarangan.

 Buang pada tempatnya
Dalam mengelola sampah, ada banyak hal yang dapat kita lakukan. Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba. Pertama, membuang sampah di tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempatnya, sama artinya kita menjaga kelestarian hidup dan menciptakan lingkungan yang bersih; Kedua, simpan kantong-kantong plastik yang masih dapat digunakan, lipat dan taruh di satu tempat. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kita tidak perlu membeli ataupun mencari-cari lagi;
 

Ketiga, bawa kantong plastik yang disimpan itu sesuai kebutuhan ketika hendak pergi dari rumah dan selipkan di tas ataupun dompet sehingga ketika kita hendak membeli makanan ataupun barang yang lain kita tidak perlu meminta pada penjualnya. Penjual pasti tidak merasa keberatan; Keempat, bagi yang hendak membeli makanan untuk dibungkus mungkin bisa berpikir ulang dan lebih baik makan di warung. Selain bisa mengambil banyak nasi dan sayurnya bisa mengurai penggunaan plastik;

Kelima, membeli barang-barang kecil seperti permen, snack, buku, yang sekiranya dapat dipegang dan ditaruh di dalam tas juga sangat membantu mengurangi pemakaian plastik; Keenam, beli tas tenteng yang dapat digunakan yang mudah dibawa dan dilipat. Di beberapa supermarket di Jawa, tas seperti ini sudah mulai banyak digunakan masyarakat. Walaupun di Aceh belum banyak yang punya, kita punya kesempatan untuk mencoba, dan;

Ketujuh, jika sudah terlalu banyak, berikan kantong-kantong plastik itu pada warung-warung terdekat di dekat tempat tinggal atau dapat pula diberi pada pemulung-pemulung sehingga terbantulah nafkahnya. Sedekah bukan hanya dengan uang, namun dari kantong plastik pun kita dapat bersedekah. Selain menjaga kelestarian hidup kita juga dapat nilai plus berupa pahala sedekah dari Allah SWT.

Mari menjaga kelestarian hidup ini dan dimulai dari diri sendiri. Mulailah dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan agar lingkungan ini tetap terjaga. Allah SWT juga telah mengingatkan dengan firmannya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya...” (QS. al-A’raaf: 56).

Tunggu apa lagi, mari tunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan! Sampai kapan kita harus melihat melihat tumpukan sampah yang berserakan, yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan hidup kita? Ayo mengelola sampah sekarang, demi mewujudkan masa depan sehat dan bersih!


* Amalia Masturah
, Mahasiswi Ilmu Keperawatan (S1) Unsyiah, Banda Aceh. Aktif di FLP Aceh, IPM Aceh, dan 

BEM FK Unsyiah. Email: ayli_nasheza@yahoo.co.id


http://aceh.tribunnews.com/2012/06/02/ciptakan-lingkungan-bersih-dan-sehat

Pentingnya Menciptakan Lingkungan Sehat



Menjaga kesehatan tubuh adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh setiap orang. Kesehatan tubuh bisa diperoleh melalui konsumsi makanan bergizi ataupun berolahraga secara teratur. Namun Anda pun harus berusaha menciptakan lingkungan sehat di sekitar Anda, karena lingkungan juga merupakan faktor penting bagi kesehatan tubuh.

Menciptakan lingkungan sehat tidaklah sulit dilakukan dan bisa dimulai dari hal-hal yang kecil yang kadang sering dilupakan oleh banyak orang, misalnya membuang sampah sekecil apapun pada tempatnya.


Menciptakan Lingkungan Sehat

Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk mendukung kesehatan tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa contoh hal yang bisa Anda perbuat untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Lingkungan dalam rumah. Lingkungan sehat berawal dari rumah Anda sendiri, dimana Anda hidup di dalamnya setiap hari. Apa saja yang harus dilakukan untuk membuat rumah yang bersih dan sehat?

1. Sediakan selalu tempat sampah di tempat-tempat tertentu, misalnya di dapur. Untuk tempat-tempat tertentu, sediakan tempat khusus sampah kering. Dengan menyediakan tempat sampah pada rumah kita atau pun di dapur maka hal ini akan memberikan kita kemudahan dalam proses pembuangan sampah.

Seseorang ketika akan membuang sampah maka akan mencari tempat sampah. Jika tempat sampah yang dicari mudah untuk dilakukan, maka ia akan membuang sampah di dalam tempat sampah tersebut. Namun jika sebaliknya, ketika akan membuang sampah namun tak ditemukan tempat yang tepat untuk membuang sampah maka hal itu akan menyebabkan ketidaknyamanan. Sampah akan dibuang dengan sembarangan atau di tempat manapun yang ditemukan.

Selain memberikan kenyamanan dalam proses pembuangan, kita pun juga dapat untuk memberikan tempat yang berbeda. Satu tempat sampah untuk sampah yang berjenis sampah kering dan satu tempat sampah lain untuk jenis sampah basah. Karena jika dua jenis sampah yang berbeda ini dikempulkan pada satu tempat sampah yang sama maka akan membuat kondis yang tidak nyaman.

Selain menyediakan tempat sampah, kita juga harus memberikan perhatian mengenai keteraturan dalam pembuangan sampah yang sudah penuh berisi di tempat sampah. Jika memang sampah sudah terlihat memenuhi tempat sampah kita maka kita harus rajin untuk membuangnya.

Atau pun kita harus membuangnya dalam jangka waktu terntu, misalnya setiap hari atau pun setiap dua hari. Karena sampah jika dibiarkan menumpuk di tempat sampah dan tak segera dibuang ke tempat pembuangan maka akan memunculkan bau yang tidak sedap dan akan menganggu dari suasana nyaman yang ada di dalam rumah kita. Tentu kita tak akan menyukai jika setiap kita masuk ke dalam rumah, misalnya dapur, kita selalu mencium bau yang tak sedap. Untuk itu, kita harus rajin membuang sampah yang ada di dalam keranjang sampah di dalam rumah kita terutama yang ada di dapur.

2. Jangan menunggu hingga tempat sampah penuh, terutama untuk sampah basah yang biasanya ada di dapur. Sampah bisa mengundang serangga (lalat atau kecoa) yang tentu saja bisa mendatangkan penyakit bagi keluarga. Selain mendatangkan bau yang tak sedap dan menganggu, sampah yang menumpuk juga akan menimbulkan hal ini.

Banyaknya serangga seperti lalat atau pun kecoa yang ada di dalam rumah kita tentunya akan membuat kita merasa tak suka dan tak betah untuk berlama-lama berada di dalam rumah kita sendiri. Pembuangan sampah yang ada didalam keranjang sampah memang harus dilakukan secara berkala dan rutin.

Serangga tersebut memang sangat dekat dengan adanya sampah. Oleh karena itu kita harus lebih perhatian kepada sampah kita. Jangan sampai keinginan untuk menciptakan suasana dan rumah yang bersih dari sampah namun karena kita tak jeli melihat kedaan sampah di keranjang sampah justru menjadi penyebab datangnya hewan serangga pembawa penyakit.

3. Bersihkan lantai rumah secara rutin, dimulai dengan menyapu lalu dipel hingga benar-benar bersih. Lantai adalah bagian rumah yang paling sering untuk langsung terkena di kulit kita. Jika lantai kotor tentunya akan mengandung banyak kuman dan hal ini akan dapat memberikan efek yang kurang baik bagi diri kita dan keluarga kita.

Terutama ketika kita punya anak yang masih balita dimana pada usia tersebut masih suka bermain di lantai. Atau bahkan mengambil makanan yang telah jatuh ke lantai tanpa tahu bagaimana keadaan dari lantai tersebut apakah masih bersih atau sudah kotor.

Untuk menghindari hal-hal seperti itu terjadi maka kita sudah selayaknya untuk rajin dalam membersihkan lantai rumah. Jika lantai bersih dan wangi tentu tak hanya kuman yang tak mau datang ke rumah kita. Namun kita menjadi nyaman melihat keadaan lantai yang bersih dan wangi tersebut. Suasana rumah dapat menjadi lebih indah dan sejuk.

Jika kita mengepel lantai rumah kita, kita dapat menggunakan sabun pencuci lantai yang mengandung formula anti kuman. Karena memang sabun jenis ini telah ada di pasaran. Dengan menggunakan sabun jenis ini, kita dapat menghindarkan diri dari mudahnya untuk datang kuman ke lantai kita.

4. Bersihkan pula bagian-bagian rumah yang lain, misal jendela, rak atau lemari, maupun perabotan rumah yang lain. Kita memang tak harus membersihkan seluruh perabotan ini setiap hari.kita dapat melakukannya jika memang sudah kita anggap perlu untuk melakukannya. Kita dapat melakukannya misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Usaha pembersihan perabotan ini adalah untuk menghindarkan perabotan kita dari tertempeli dengan debu. Karena dengan banyaknya debu maka akan memberikan efek yang kurang baik bagi sistem pernapasan kita. Jika banyak debu terhirup oleh kita atau pun anak-anak kita maka dapat saja mereka akan terserang penyakit pernapasan.

Selain itu, perasaan melihat semua perabotan rumah berdebu tentunya hanya akan memberikan kesan yang tak baik. Sebaliknya jika kita melihat rumah beserta seluruh perabotan yang ada di dalamnya bersih dan jauh dari debu maka hal tersebut akan menimbulkan kenyamanan bagi kita untuk tinggal dan menikmati suasana rumah.

5. Jika ada kotoran, misalnya air minum atau makanan yang tumpah, segera bersihkan dengan lap basah lalu dikeringkan. Penggunaan lap kering setelah lap basah ini adalah untuk mempercepat pengeringan. Karena lantai yang basah sangatlah rawan bagi anak-anak. Bisa jadi mereka tak melihat bahwa lantai masih dalam keadaan basah, sehingga mereka dengan begitu enaknya saja berlari dan akhirnya terjatuh.

6. Salah satu cara menciptakan lingkungan sehat adalah dengan membiarkan udara luar dan cahaya matahari masuk ke rumah ketika pagi hari. Hal ini akan membuat rumah tidak pengap, segar, dan juga tidak nampak suram.

Sirkulasi udara yang baik sangat mempengaruhi kualitas rumah. Rumah yang baik adalah rumah yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Udara yang kotor yang berada di dalam rumah dapat dengan mudah untuk digantikan dengan uadar yang bersih yang berasal dari luar rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka jendela atau pun pintu yang ada di dalam rumah sehingga udara dapat keluar masuk dengan mudah dan bebas.

Udara kotor yang seakan terpenjara di dalam rumah dapat menyebabkan aneka penyakit datang. Dan ini sangat berbahaya bagi perkembangan anak kita. Anak akan mudah untuk terjangkiti penyakit hanya dikarenakan masalah kurangnya udara untuk keluar masuk ke dalam rumah.

Lingkungan luar rumah. Tak hanya lingkungan dalam rumah, Anda pun harus menjaga kebersihan lingkungan yang ada di luar rumah, mulai dari teras dan juga halaman/taman rumah.

1. Lakukan kerja bakti secara rutin minimal seminggu sekali untuk membersihkan teras dan halaman rumah. Bersihkan rumput liar, memangkas tanaman rimbun, atau membersihkan got agar tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Sediakan tempat sampah khusus di luar rumah. Tempat sampah ini memang juga disediakan untuk tempat sampah yang dimungkinkan akan dibuang di luar rumah.

3. Atur tanaman di halaman agar tidak terlalu banyak tapi juga tidak terlalu sedikit. Pepohonan yang cukup di sekitar rumah akan membuat rumah tampak segar namun tetap terlihat asri.

Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencitapkan lingkungan sehat di rumah kita, baik rumah bagian luar atau pun rumah bagian dalam.

Wednesday, October 31, 2012

Tips Traveling Tanpa Merusak Lingkungan




KOMPAS/LASTI KURNIA
Gili Trawangan bak kampung berwarga negara asing, turis asing hilir mudik dengan sepeda sewaan.

TERKAIT:
KOMPASIANA.com - Traveling memang asyik, tapi tanpa disadari traveling pun bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama dari segi emisi gas karbon. Selain itu, tak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan paratraveler yang tidak mempedulikan kelestarian alam.

Berikut adalah tips yang bisa dipraktekkan agartraveling memberikan dampak yang minimal bagi lingkungan.
1. Hindari penggunaan kendaraan yang mengeluarkan emisi CO2nya besar dalam melakukan perjalanan ke tempat tujuan.
2. Gunakan sarana transportasi massal, sewa sepeda, delman atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.
3. Berkenalan dengan banyak orang saat di perjalanan, salah satu cara agar bisa share kendaraan. Hal itu akan menghemat emisi CO2, menghemat biaya perjalanan, dan tentunya menambah banyak teman.
4. Belilah makanan di kaki lima, warung, atau restauran penduduk. Hal itu dapat mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh serta memberikan kontribusi langsung pada masyarakat lokal. Selain itu, biasanya perangkat makan di warung lokal tidak menggunakan plastik/styrofoam.
5. Pilih makanan dan minuman lokal. Selain dapat merasakan makanan dan minuman dari daerah asal, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari barang impor.
6. Bawa botol minuman sendiri sehingga bisa diisi ulang.
7. Bawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik.
8. Membuang sampah pada tempatnya.
9. Ambil spot wisata yang menawarkan layanan yang lebih ‘hijau” atau punya program lingkungan.
10. Dorong industri pariwisata untuk melakukan social responsibility. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak wisatawan asing yang bersedia membayar lebih mahal asal kegiatan liburan mereka itu membantu sesama, ramah lingkungan dan melestarikan kebudayaan setempat.(Bowo Hartanto)

http://travel.kompas.com/read/2010/06/12/08105570/Tips.Traveling.Tanpa.Merusak.Lingkungan

Monday, October 29, 2012

Tips Sukses Berbisnis Bersama Teman



Anda akan memuali bisnis bersama teman? Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar bisnis Anga berjalan dengan lancar dan sekaligus pertemanan tetap berjalan lancar. Berikut iniTips berbisnis bersama teman:
1. Catat Pembagian Saham. Jangan mentang-mentang berteman, saham hanaya Anda kumpulkan begitu saja. Adakan pertemuan dengan semua pemegang saham dan buat catatan tentang besarnya saham dari setiap anggota bisnis.
2. Jaga Sikap. Jangan samakan sikap Anda saat bekerja dengan sikap Anda saat jalan bersama teman. Di lingkungan kerja Anda harus tetap profesional dan setiap keputusan harus didiskusikan bersama.
3. Pribadi VS Perusahaan. Jika sedang butuh dana untuk keperluan pribadi, jangan pernah mengambil dana perusahaan. Ingat, ada uang orang lain di dalam perusahaan sehinga Anda tidak bisa menggunakan seenaknya.

Tips Sukses Menggeluti Bisnis Distro




bisnis factory outlate
Distro atau factory outlate merupakan salah satu bantuk toko pakaian yang khusus menjual pakaian, perlengkapan dan pernak-pernik fashion anak muda. Misalnya mulai dari baju, celana, gaun, anting, gelang sampai dengan sepatu/sandal. Anak muda adalah ‘pasar gemuk’ dalam bisnis distro. Mengingat anak muda merupakan pemerhati mode dan fashion sekaligus penggunanya. Di sini kreativitas dan kejelian Anda membaca tren menjadi taruhan. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan beberapa tips yang perlu Anda ketahui dan perhitungkan dengan seksama ketika hendak memulai bisnis distro:
1. Lokasi Strategis. Untuk memulai bisnis distro memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Ada perlu sewa tempat untuk membuka gerai. Memang gerai yang Anda butuhkan tak perlu terlalu besar. Minimal 60 meter persegi. Untuk menambah kesan menarik dan nyeman, Anda bisa membuat display dan interior ruangan sesuai selera anak muda. Agar Anda tak gigit jari, pilih lokasi yang memberikan keuntungan. Misalnya, dekat kampus atau tempat tinggal anak-anak muda seperti tempat kos. Sebisa mungkin lokasi yang Anda pilih pun tidak berdekatan dengan distro lain. Ini demi mengurangi persaingan.
2. Perlu Komunitas. Ruangan sebagai display telah siap? Kini saatnya Anda menyediakan stok barang berupa kaos, topi, sepatu dan tas untuk mengisi gerai distro. Ada 2 cara yang bisa dipilih. Pertama memproduksi sendiri barang-barang tersebut. Kedua, mencari produsen yang mau menitipkan produk clothing-nya di distro Anda. Jika dana Anda terbatas, cara kedua ini lebih mudah dan efisien. Anda hanya perlu mencari produsen dan mendapatkan kepercayaan mereka. Saat ini produsen barang-barang distro banyak berada di kawasan Bandung. Untuk menemukan mereka, Anda memang harus bergaul dan berbaur dengan komunitas distro yang sudah terbentuk di kota-kota besar. Anak-anak clothing (sebutan bagi mereka yang memproduksi pakaian) biasanya saling kenal dan berbagi informasi soal distro-distro baru. Sola komunitas ini, usahakan Anda juga memilikinya. Komunitas ini menjadi wadah awal pelaku distri membangun bisnisnya.
3. Mana Lebih Untung? Di tahap awal, biasanya produsen clothing hanya mau menerapkan system jual putus . Artinya, Anda hanya membeli produk dari si produsen dan bebas menjualnya. Namun jika sudah kenal, selanjutnya Anda bisa menggunakan system konsinyasi. Maksudnya, Anda menerima titipan barang mereka dan Anda akan mendapat komisi 20% dari harga jual barang. Hal ini terjadi pada kebanyakan distro. Setelah memperoleh untung, mereka akan mulai menggunakan keuntungan untuk memproduksi barang-barang sendiri. Mengapa? Karena tingkat keuntungannya jauh lebih besar. Anda bisa mendaptkan untung 40-50% dari harga jual. Untuk itu, Anda perlu mempunyai pegawai yang bisa menciptakan desain unik dan variatif.
4. Jangan Jual Barang Sama. Di antara pebisnis distro berlaku kesepakatan. Jika distro saling bersebelahan, mereka tidak akan menjual barang yang sama persis dengan distro di sebelahnya. Jadi, jika ada produsen menwarkan barang yang sama dengan distro sebelah, sebaiknya tolak saja dengan halus.
5. Kunci SuksesDistro yang banyak dicari anak muda adalah yang ketersediaan produknya lengkap dan tempatnya nyaman. Selain itu, ada beberapa orang yang tidak suka jika barang yang mereka pakai terlalu ‘pasaran’ alias banyak dipakai orang lain. Itu sebabnya, akan lebih baik jika Anda menyediakan produk yang unik dan tidak biasa. Jika perlu buatlah produk limited edition. Beberapa distro melakukan hal ini. Tak ada salahnya jika Anda pun menerapkannya. Selain desain produk harus sesuai dengan selera pasar, pemasaran juga menjadi unsur terpenting dalam kesuksesan bisnis ini. Semakin banyak target pasar yang mengenal distro Anda, semakin banyak pula yang aan menjadi pelanggan. So, berpromosilah. Tak hanya dari mulut ke mulut. Anda juga bisa berpromsou lewat selebaran, radio, majalah indie atau blog anak muda (misalnya: tipsanda.com) dan MTV yang merupakan salah satu komunitas penggemar barang-barang distro. Bila perlu, Anda bisa mensponsori beberapa band dan acara-acara anak muda di  SMA (Pensi), kampus atau komunitas tertentu. Jika mereka tampil dengan menggunakan produk Anda, maka distro Anda juga kan yang akan dikenal.
6. Simulasi Bisnis Distro. Berikut ini akan diuraikan simulasi budget yang harus Anda alokasikan untuk bisnis distro Anda:
Investasi Awal
-          Sewa Tempat
-          Renovasi + Interior Toko
-          Stok Produk
Rp 12.000.000
Rp 10.000.000
Rp 10.000.000
TotalRp 32.000.000
Biaya Operasional
-          Gaji Pegawai (2 orang)
-          Biaya Listrik, Telepon,dll
-          Stok Produk
Rp   1.600.000
Rp       400.000
Rp 10.000.000
TotalRp 12.000.000
Perhitungan BEP
Omzet Per Bulan
-          Laba Bersih (30% dari omzet)
-          BEP = Inv.Awal / Laba
(32.000.000/ 3.000.000)
Rp 15.000.000
Rp   3.000.000
10 – 11 bulan
http://tipsanda.com/2011/08/09/tips-sukses-menggeluti-bisnis-distro/