Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Friday, November 23, 2012

TREN KAOS DISTRO


Ketika Seni Grafis Mejeng di Badan
Sekitar awal 2000-an, tren fashion di kalangan anak muda dimeriahkan oleh munculnya tren “kaos distro”. Tren ini menggeser tren factory outlet (FO) sebelumnya. Belum trendi kalau  belum memakai kaod distro, begitu kata anak muda jaman sekarang.
Oblong yang dijual lewat took fashion kecil ini memang banyak peminat. Bahkan, pada masa-masa tertentu, system antrian masuk diberlakukan oleh toko tersebut untuk mengatasi membludaknya pembeli. Kaos distro sebutan umumnya, bahannya tak berbeda dengan kaos oblong lainnya. Namun, sisi idealis dan seni dari kaos ini memang sangat kental. Ini juga bukan kaos oblong lain dimana sebuah desain dicetak secara missal dan disalurkan ke banyak tempat. Setiap desain kaos selalu diproduksi secara eksklusif, dengan jumlah terbatas.
Untuk penyuka seni grafis, kaos distro layaknya karya seni “berjalan” ketiak dipakai konsumennya. Desainnya memang tak dibuat secara asal, karena umumnya setiap prudusennya memiliki desainer khusus untuk produknya. Mereka selalu mengejar ide-ide orisinil dalam karyanya, karena itu tindakan tiru-meniru sering kali dipantangi.
Ciri khas lain dari kaos distro ini adalah kaitannya yang sangat erat dengan suatu komunitas tertentu, seperti musik, olah raga ekstrim (skateboard, surfing, dan sebagainya), hingga grafis. Tren itu pun tumbuh subur dikalangan komunitas tersebut.
Muncul Karena Krisis
Kaos distro sebenarnya fenomena kebangkitan industri busana local yang digawangi (umumnya) oleh anak muda, dengan aneka gaya “kebebasan” desain. Sedikit banyak, tren ini dipicu oleh seni grafis. Para anak muda pecinta seni ini akhirnya menggunakan media kaos untuk menumpahkan ide-idenya.
Selain itu, mereka memang sengaja membidik peluang bisnis. Pada masa itu, sekitar pertengahan 90-an, ketika krisis ekonomi terjadi, kaos-kaos trendi impor melambung harganya. Hal ini membuka peluang para pecinta kaos oblong grafis untuk secara mandiri membuatnya.
Berawal dari industri “iseng-iseng” yang kemudian diminati banyak orang, lalu produksipun meningkat. Daya tarik kaos distro diproduksi secara limited untuk setia desainnya, dan desainnya yang apik, gaul, dan umumnya unik membuat penyukanya semakin banyak. Maklum, tidak pasaran.
Tren ini bermula dari bandung, yang sejak dulu memang terkenal sebagai sentra industri garmen/ konveksi. Setelah tren FO berakhir, kota kembang kemudian dilanda wabah distro. Distro singkatan dari distribution outlet hanya sebuah toko kecil tempat menjual barang-barang (umumnya busana dan aksesorisnya) titipan. Tak beda dengan depertement store, Cuma rata-rata skalanya sebatas butik. Begitu populernya sampai-sampai bagi sebagian besar anak muda, rasanya belum ke bandung, jika belum kedistro.
Kaos grafik yang dikenal sebagai kaos distro adalah salah satu produk yang dijual, selain kemeja, celana, tas, hingga sepat. Tapi sebenarnya kekuatan fenomena ini sebenarnya bukan di distro, melainkan pada penitipan produk (yang umumnya disebut clothing company) Clothing company sering disingkatclothing yang merupakan sebutan untuk produsen produk yang memiliki brand (merek) produk busana.
Clothing dan distro tidak bias dipisahkan, karena di distro para pemilik clothing menitip jual barang. Beberapa clothing yang terbilang sudah mapan memiliki distro dengan plang nama brand-nya sendiri, serta menerima titipan produk dari clothing lain.

Tuesday, November 6, 2012

Tips Memulai Bisnis Distro




http://homemodels.org

Ilustrasi
Intisari-Online.com- Sejak muncul pertama kali pada tahun 1990-an di Bandung, distro semakin berkembang di beberapa kota. Bisnis ini tidak terpengaruh oleh serbuan garmen dari Cina. Soalnya, produk distro khas dan dijual dalam jumlah terbatas. Bahkan memiliki keunikan tersendiri.
Industri ini akan tetap eksis karena memiliki karakteristik yang dinamis. Ia sangat dekat dengan perkembangan mode dan selalu kreatif menjajakan ide hangat.
Nah, jika ingin terjun ke dunia ini, simak beberapa saran berikut:
  • Jika Anda memiliki outlet sendiri dan posisinya strategis, bisa mencari pemasok dengan sistem konsinyasi. Legalitas serta reputasi baik bisa mendongkrak rasa percaya pemasok produk.
  • Bagi pemilik modal pas-pasan, model usaha distro online dan menjadi reseller lebih disarankan.
  • Pada awalnya, pemasok menghendaki sistem jual putus. Seiring dengan berjalannya waktu, rasa kepercayaan segera tumbuh. Jadi, untuk tahap awal Anda harus menyediakan modal untuk mengisi outlet.
  • Keberadaan pemasok bisa diperoleh dari Internet atau komunitas. Mencari pemasok yang masih dalam tahap merintis usaha lebih disarankan. Umumnya pemasok seperti ini tidak jual mahal. Juga lebih mudah diajak kerja sama.
  • Menjalin hubungan kedekatan dengan komunitas tertentu. Berusaha mencari ciri khas mereka dan mendesain produk yang menyentuh ciri khas komunitas itu. (idebisnis Juli 2012)

TIPS KEBERHASILAN USAHA



 

http://animangaacehplus.files.wordpress.com
Untuk memulai usaha distro perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah
  • Memilih lokasi yang strategis dan tata ruang yang nyaman, sesuai dengan gaya hidup dan ciri khas anak muda. Lokasi strategis mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan dalam berbelanja atau tata ruang yang dapat dinikmati atau menunggu.  Selain itu, akan lebih memberi nilai tinggi, jika lokasi distro ditunjang oleh lahan parkir yang nyaman, luas dan memadai.
  • Mencari informasi mengenai  beberapa perusahaan produsen pakaian/garment atau fashion dan clothing company yang memungkinkan dapat menjadi pemasok barang-barang jualan pada distro secara khas dan rutin.
  • Memfokuskan diri pada usaha penjualan barang-barang yang mudah laku dan cepat laku atau fast moving product.  Beberapa produk ini meliputi pakaian, T-shirt atau beberapa barang unik yang jarang ditemukan  pada distro lain atau spesifik dan khas hanya ada pada distro.
  • Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama saudara, kerabat, atau teman yang dapat dipercaya untuk mengelola dan mengembangkan distro bersama-sama. Kerjasama dilakukan atas dasar kebersamaan, soliditas, saling pengertian, saling berbagi, saling memberi manfaat dan saling menguntungkan.
  • Senantiasa mencari informasi produk, harga, dan kualitas layanan terbaik sesuai dengan trend dan terkini, serta melakukan pembaharuan terhadap jenis dan macam produk-produk yang digemari anak muda dan menjadi gaya masa kini. Sadar dan punya pengetahuan terhadap mode menjadi kewajiban penting yang menjadi ciri khas pengelola distro disamping meningkatkan pelayanan prima.
  • Pelaku usaha distro perlu mengembangkan dan membangun jaringan yang lebih baik serta menciptakan citra positif dari pelanggan mengenai produk yang dihasilkan atau dijual di distronya. Dengan kata lain, produk dan tingkat layanan akan membangun citra distro dengan brand awareness pelanggan.

Monday, October 29, 2012

Tips Sukses Menggeluti Bisnis Distro




bisnis factory outlate
Distro atau factory outlate merupakan salah satu bantuk toko pakaian yang khusus menjual pakaian, perlengkapan dan pernak-pernik fashion anak muda. Misalnya mulai dari baju, celana, gaun, anting, gelang sampai dengan sepatu/sandal. Anak muda adalah ‘pasar gemuk’ dalam bisnis distro. Mengingat anak muda merupakan pemerhati mode dan fashion sekaligus penggunanya. Di sini kreativitas dan kejelian Anda membaca tren menjadi taruhan. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan beberapa tips yang perlu Anda ketahui dan perhitungkan dengan seksama ketika hendak memulai bisnis distro:
1. Lokasi Strategis. Untuk memulai bisnis distro memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Ada perlu sewa tempat untuk membuka gerai. Memang gerai yang Anda butuhkan tak perlu terlalu besar. Minimal 60 meter persegi. Untuk menambah kesan menarik dan nyeman, Anda bisa membuat display dan interior ruangan sesuai selera anak muda. Agar Anda tak gigit jari, pilih lokasi yang memberikan keuntungan. Misalnya, dekat kampus atau tempat tinggal anak-anak muda seperti tempat kos. Sebisa mungkin lokasi yang Anda pilih pun tidak berdekatan dengan distro lain. Ini demi mengurangi persaingan.
2. Perlu Komunitas. Ruangan sebagai display telah siap? Kini saatnya Anda menyediakan stok barang berupa kaos, topi, sepatu dan tas untuk mengisi gerai distro. Ada 2 cara yang bisa dipilih. Pertama memproduksi sendiri barang-barang tersebut. Kedua, mencari produsen yang mau menitipkan produk clothing-nya di distro Anda. Jika dana Anda terbatas, cara kedua ini lebih mudah dan efisien. Anda hanya perlu mencari produsen dan mendapatkan kepercayaan mereka. Saat ini produsen barang-barang distro banyak berada di kawasan Bandung. Untuk menemukan mereka, Anda memang harus bergaul dan berbaur dengan komunitas distro yang sudah terbentuk di kota-kota besar. Anak-anak clothing (sebutan bagi mereka yang memproduksi pakaian) biasanya saling kenal dan berbagi informasi soal distro-distro baru. Sola komunitas ini, usahakan Anda juga memilikinya. Komunitas ini menjadi wadah awal pelaku distri membangun bisnisnya.
3. Mana Lebih Untung? Di tahap awal, biasanya produsen clothing hanya mau menerapkan system jual putus . Artinya, Anda hanya membeli produk dari si produsen dan bebas menjualnya. Namun jika sudah kenal, selanjutnya Anda bisa menggunakan system konsinyasi. Maksudnya, Anda menerima titipan barang mereka dan Anda akan mendapat komisi 20% dari harga jual barang. Hal ini terjadi pada kebanyakan distro. Setelah memperoleh untung, mereka akan mulai menggunakan keuntungan untuk memproduksi barang-barang sendiri. Mengapa? Karena tingkat keuntungannya jauh lebih besar. Anda bisa mendaptkan untung 40-50% dari harga jual. Untuk itu, Anda perlu mempunyai pegawai yang bisa menciptakan desain unik dan variatif.
4. Jangan Jual Barang Sama. Di antara pebisnis distro berlaku kesepakatan. Jika distro saling bersebelahan, mereka tidak akan menjual barang yang sama persis dengan distro di sebelahnya. Jadi, jika ada produsen menwarkan barang yang sama dengan distro sebelah, sebaiknya tolak saja dengan halus.
5. Kunci SuksesDistro yang banyak dicari anak muda adalah yang ketersediaan produknya lengkap dan tempatnya nyaman. Selain itu, ada beberapa orang yang tidak suka jika barang yang mereka pakai terlalu ‘pasaran’ alias banyak dipakai orang lain. Itu sebabnya, akan lebih baik jika Anda menyediakan produk yang unik dan tidak biasa. Jika perlu buatlah produk limited edition. Beberapa distro melakukan hal ini. Tak ada salahnya jika Anda pun menerapkannya. Selain desain produk harus sesuai dengan selera pasar, pemasaran juga menjadi unsur terpenting dalam kesuksesan bisnis ini. Semakin banyak target pasar yang mengenal distro Anda, semakin banyak pula yang aan menjadi pelanggan. So, berpromosilah. Tak hanya dari mulut ke mulut. Anda juga bisa berpromsou lewat selebaran, radio, majalah indie atau blog anak muda (misalnya: tipsanda.com) dan MTV yang merupakan salah satu komunitas penggemar barang-barang distro. Bila perlu, Anda bisa mensponsori beberapa band dan acara-acara anak muda di  SMA (Pensi), kampus atau komunitas tertentu. Jika mereka tampil dengan menggunakan produk Anda, maka distro Anda juga kan yang akan dikenal.
6. Simulasi Bisnis Distro. Berikut ini akan diuraikan simulasi budget yang harus Anda alokasikan untuk bisnis distro Anda:
Investasi Awal
-          Sewa Tempat
-          Renovasi + Interior Toko
-          Stok Produk
Rp 12.000.000
Rp 10.000.000
Rp 10.000.000
TotalRp 32.000.000
Biaya Operasional
-          Gaji Pegawai (2 orang)
-          Biaya Listrik, Telepon,dll
-          Stok Produk
Rp   1.600.000
Rp       400.000
Rp 10.000.000
TotalRp 12.000.000
Perhitungan BEP
Omzet Per Bulan
-          Laba Bersih (30% dari omzet)
-          BEP = Inv.Awal / Laba
(32.000.000/ 3.000.000)
Rp 15.000.000
Rp   3.000.000
10 – 11 bulan
http://tipsanda.com/2011/08/09/tips-sukses-menggeluti-bisnis-distro/