Wednesday, October 31, 2012

Inilah Tips Menjaga Lingkungan Hidup ala Follower @republikaonline



Selasa, 05 Juni 2012, 17:48 WIB
  
Inilah Tips Menjaga Lingkungan Hidup ala Follower @republikaonline
Twitter
Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day/WED), terhitung sejak PBB menetapkannya pada tahun 2000 silam. Tahun ini, WED mengangkat tema "Green Economy: Does it Include You?"  

Ekonomi hijau adalah tujuan dari pembangunan yang mengutamakan peningkatan standar hidup manusia, keadilan sosial, sembari menekan perusakan lingkungan serta kelangkaan sumber daya alam. Dengan kata lain, ekonomi hijau adalah tentang upaya tindakan-tindakan ekonomi yang menghasilkan karbon lebih rendah, efisien sumber daya, dan pada saat bersamaan inklusif secara sosial.

Berbagai cara dilakukan agar lingkungan hidup tetap terjaga, tak terkecuali beredarnya berbagi tips maupun seruan dalam rangka WED via jejaring sosial Twitter. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga lingkungan hidup berdasarkan pengalaman pribadi versi Sobat ROLers (follower ROL):

1. Kalau saya kemana-mana naik mobil abang (angkot). (@Tobing255)

2. 5 Juni itu tanggal lahir saya. Saya rayain dengan menanam pohon pisang, jambu, mangga di lahan terlantar Jakarta. (@babyfzn)

3. Sudah mulai memupuk tanaman di sekeliling rumah, bahkan di atas carport. (@feisholl)

4. Matikan mesin motor saat lampu merah di atas 30 detik. (@CiciAbdullah)

5. Naik Commuter Line terus kalau ke Jakarta. (@WidodoJokoUtomo)

6. Pakai cloth Diaper (popok kain cuci pakai) untuk babyku, dibanding harus pakai popok sekali pakai berbahan plastik. (@NoonKey)

7. Habis ngemil atau minum di kendaraan umum, jika tak ada tempat sampah, masukkan ke tas dulu. (@lienSoepomo)

8. Tidak membuang sampah ke sungai, walaupun rumahku persis di pinggir sungai. (@ekamufie)

9. Makanlah ditempat makan! minimalisir penggunaan kantong kresek, minimalisir sampah. (@NugrahaRahmat) 

10. Dengan bersepeda, bisa mengurangi berjuta-juta emisi dan menyehatkan badan. Mari terapkan hidup sehat sejak dini. (@arkanashif12)

11. Matikan lampu saat tidur, memakai air untuk mandi seperlunya, memakai deterjen yang dapat terurai tanah, membawa botol minum. (@dymaldini)

12. Kurangi pemakaian tisu dan ganti dengan saputangan. (@rulirara)

13. Sedia map folder di tas, kalau habis fotokopi, atau habis nge-print di rental, tidak perlu minta plastik. (@setyopran)

14. Setiap hari naik angkot kalau ke kantor. Tidak capai nyetir, tak pusing cari dan bayar parkir mobil. (@jenkRatih)

15. Bawa bag sendiri kalau mau belanja, tolak pakai kantong plastik.. Dan hemat air sebisa mungkin :) (@indigo_science)

Itu sebagian pengalaman Sobat ROLers dalam menjaga lingkungan hidup. Bagaimana denganmu?

Redaktur: Miftahul Falah
Sumber: Antara dan Twitter

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/kabar/12/06/06/m554oj-inilah-tips-menjaga-lingkungan-hidup-ala-follower-republikaonline

Tips Traveling Tanpa Merusak Lingkungan




KOMPAS/LASTI KURNIA
Gili Trawangan bak kampung berwarga negara asing, turis asing hilir mudik dengan sepeda sewaan.

TERKAIT:
KOMPASIANA.com - Traveling memang asyik, tapi tanpa disadari traveling pun bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama dari segi emisi gas karbon. Selain itu, tak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan paratraveler yang tidak mempedulikan kelestarian alam.

Berikut adalah tips yang bisa dipraktekkan agartraveling memberikan dampak yang minimal bagi lingkungan.
1. Hindari penggunaan kendaraan yang mengeluarkan emisi CO2nya besar dalam melakukan perjalanan ke tempat tujuan.
2. Gunakan sarana transportasi massal, sewa sepeda, delman atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.
3. Berkenalan dengan banyak orang saat di perjalanan, salah satu cara agar bisa share kendaraan. Hal itu akan menghemat emisi CO2, menghemat biaya perjalanan, dan tentunya menambah banyak teman.
4. Belilah makanan di kaki lima, warung, atau restauran penduduk. Hal itu dapat mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh serta memberikan kontribusi langsung pada masyarakat lokal. Selain itu, biasanya perangkat makan di warung lokal tidak menggunakan plastik/styrofoam.
5. Pilih makanan dan minuman lokal. Selain dapat merasakan makanan dan minuman dari daerah asal, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari barang impor.
6. Bawa botol minuman sendiri sehingga bisa diisi ulang.
7. Bawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik.
8. Membuang sampah pada tempatnya.
9. Ambil spot wisata yang menawarkan layanan yang lebih ‘hijau” atau punya program lingkungan.
10. Dorong industri pariwisata untuk melakukan social responsibility. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak wisatawan asing yang bersedia membayar lebih mahal asal kegiatan liburan mereka itu membantu sesama, ramah lingkungan dan melestarikan kebudayaan setempat.(Bowo Hartanto)

http://travel.kompas.com/read/2010/06/12/08105570/Tips.Traveling.Tanpa.Merusak.Lingkungan

SOEMPAH PEMOEDA


SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Monday, October 29, 2012

Tips Sukses Berbisnis Bersama Teman



Anda akan memuali bisnis bersama teman? Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar bisnis Anga berjalan dengan lancar dan sekaligus pertemanan tetap berjalan lancar. Berikut iniTips berbisnis bersama teman:
1. Catat Pembagian Saham. Jangan mentang-mentang berteman, saham hanaya Anda kumpulkan begitu saja. Adakan pertemuan dengan semua pemegang saham dan buat catatan tentang besarnya saham dari setiap anggota bisnis.
2. Jaga Sikap. Jangan samakan sikap Anda saat bekerja dengan sikap Anda saat jalan bersama teman. Di lingkungan kerja Anda harus tetap profesional dan setiap keputusan harus didiskusikan bersama.
3. Pribadi VS Perusahaan. Jika sedang butuh dana untuk keperluan pribadi, jangan pernah mengambil dana perusahaan. Ingat, ada uang orang lain di dalam perusahaan sehinga Anda tidak bisa menggunakan seenaknya.

Tips Sukses Menggeluti Bisnis Distro




bisnis factory outlate
Distro atau factory outlate merupakan salah satu bantuk toko pakaian yang khusus menjual pakaian, perlengkapan dan pernak-pernik fashion anak muda. Misalnya mulai dari baju, celana, gaun, anting, gelang sampai dengan sepatu/sandal. Anak muda adalah ‘pasar gemuk’ dalam bisnis distro. Mengingat anak muda merupakan pemerhati mode dan fashion sekaligus penggunanya. Di sini kreativitas dan kejelian Anda membaca tren menjadi taruhan. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan beberapa tips yang perlu Anda ketahui dan perhitungkan dengan seksama ketika hendak memulai bisnis distro:
1. Lokasi Strategis. Untuk memulai bisnis distro memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Ada perlu sewa tempat untuk membuka gerai. Memang gerai yang Anda butuhkan tak perlu terlalu besar. Minimal 60 meter persegi. Untuk menambah kesan menarik dan nyeman, Anda bisa membuat display dan interior ruangan sesuai selera anak muda. Agar Anda tak gigit jari, pilih lokasi yang memberikan keuntungan. Misalnya, dekat kampus atau tempat tinggal anak-anak muda seperti tempat kos. Sebisa mungkin lokasi yang Anda pilih pun tidak berdekatan dengan distro lain. Ini demi mengurangi persaingan.
2. Perlu Komunitas. Ruangan sebagai display telah siap? Kini saatnya Anda menyediakan stok barang berupa kaos, topi, sepatu dan tas untuk mengisi gerai distro. Ada 2 cara yang bisa dipilih. Pertama memproduksi sendiri barang-barang tersebut. Kedua, mencari produsen yang mau menitipkan produk clothing-nya di distro Anda. Jika dana Anda terbatas, cara kedua ini lebih mudah dan efisien. Anda hanya perlu mencari produsen dan mendapatkan kepercayaan mereka. Saat ini produsen barang-barang distro banyak berada di kawasan Bandung. Untuk menemukan mereka, Anda memang harus bergaul dan berbaur dengan komunitas distro yang sudah terbentuk di kota-kota besar. Anak-anak clothing (sebutan bagi mereka yang memproduksi pakaian) biasanya saling kenal dan berbagi informasi soal distro-distro baru. Sola komunitas ini, usahakan Anda juga memilikinya. Komunitas ini menjadi wadah awal pelaku distri membangun bisnisnya.
3. Mana Lebih Untung? Di tahap awal, biasanya produsen clothing hanya mau menerapkan system jual putus . Artinya, Anda hanya membeli produk dari si produsen dan bebas menjualnya. Namun jika sudah kenal, selanjutnya Anda bisa menggunakan system konsinyasi. Maksudnya, Anda menerima titipan barang mereka dan Anda akan mendapat komisi 20% dari harga jual barang. Hal ini terjadi pada kebanyakan distro. Setelah memperoleh untung, mereka akan mulai menggunakan keuntungan untuk memproduksi barang-barang sendiri. Mengapa? Karena tingkat keuntungannya jauh lebih besar. Anda bisa mendaptkan untung 40-50% dari harga jual. Untuk itu, Anda perlu mempunyai pegawai yang bisa menciptakan desain unik dan variatif.
4. Jangan Jual Barang Sama. Di antara pebisnis distro berlaku kesepakatan. Jika distro saling bersebelahan, mereka tidak akan menjual barang yang sama persis dengan distro di sebelahnya. Jadi, jika ada produsen menwarkan barang yang sama dengan distro sebelah, sebaiknya tolak saja dengan halus.
5. Kunci SuksesDistro yang banyak dicari anak muda adalah yang ketersediaan produknya lengkap dan tempatnya nyaman. Selain itu, ada beberapa orang yang tidak suka jika barang yang mereka pakai terlalu ‘pasaran’ alias banyak dipakai orang lain. Itu sebabnya, akan lebih baik jika Anda menyediakan produk yang unik dan tidak biasa. Jika perlu buatlah produk limited edition. Beberapa distro melakukan hal ini. Tak ada salahnya jika Anda pun menerapkannya. Selain desain produk harus sesuai dengan selera pasar, pemasaran juga menjadi unsur terpenting dalam kesuksesan bisnis ini. Semakin banyak target pasar yang mengenal distro Anda, semakin banyak pula yang aan menjadi pelanggan. So, berpromosilah. Tak hanya dari mulut ke mulut. Anda juga bisa berpromsou lewat selebaran, radio, majalah indie atau blog anak muda (misalnya: tipsanda.com) dan MTV yang merupakan salah satu komunitas penggemar barang-barang distro. Bila perlu, Anda bisa mensponsori beberapa band dan acara-acara anak muda di  SMA (Pensi), kampus atau komunitas tertentu. Jika mereka tampil dengan menggunakan produk Anda, maka distro Anda juga kan yang akan dikenal.
6. Simulasi Bisnis Distro. Berikut ini akan diuraikan simulasi budget yang harus Anda alokasikan untuk bisnis distro Anda:
Investasi Awal
-          Sewa Tempat
-          Renovasi + Interior Toko
-          Stok Produk
Rp 12.000.000
Rp 10.000.000
Rp 10.000.000
TotalRp 32.000.000
Biaya Operasional
-          Gaji Pegawai (2 orang)
-          Biaya Listrik, Telepon,dll
-          Stok Produk
Rp   1.600.000
Rp       400.000
Rp 10.000.000
TotalRp 12.000.000
Perhitungan BEP
Omzet Per Bulan
-          Laba Bersih (30% dari omzet)
-          BEP = Inv.Awal / Laba
(32.000.000/ 3.000.000)
Rp 15.000.000
Rp   3.000.000
10 – 11 bulan
http://tipsanda.com/2011/08/09/tips-sukses-menggeluti-bisnis-distro/